Kegiatan Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru di Objek Wisata Batu Kuda
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bekerja sama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 2413/Cilengkrang, Kodim 0624/Bandung melaksanakan kegiatan pengamanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di objek wisata Batu Kuda. Lokasi ini berada di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, yang termasuk dalam wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ujungberung, Petak 36, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Manglayang Barat. Kegiatan ini dilakukan pada Minggu (28/12).
Pengamanan dimulai dengan pemberian imbauan dan arahan kepada para pengunjung objek wisata Batu Kuda. Setelah itu, dilanjutkan dengan patroli bersama di sekitar kawasan wisata. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait, seperti Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Ujungberung Adang Supriatna, Babinsa Koramil 2413/Cilengkrang Kodim 0624/Bandung Pembantu Letnan Satu (Peltu) Eka, anggota Polisi Hutan KPH Bandung Utara Tedi Asmara, serta petugas penjaga objek wisata Batu Kuda, Aan Basuni.
Tujuan Kegiatan Pengamanan
Menurut Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan KPH Bandung Utara, Endan Cahyadi, kegiatan pengamanan dan patroli ini penting dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pengunjung terhadap potensi bencana alam, seperti pohon tumbang dan kebakaran hutan. Hal ini bisa disebabkan oleh api unggun atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah meminimalkan dan mengantisipasi berbagai potensi permasalahan, terutama pelanggaran hukum berupa gangguan keamanan hutan (Gukamhut), bencana alam, serta memastikan keamanan di kawasan wisata,” ujarnya. “Dengan demikian, kelestarian hutan dapat tetap terjaga dan pengunjung merasa aman dan nyaman.”
Sinergi antara Perhutani, TNI, dan Masyarakat
Pada kesempatan yang sama, Babinsa Koramil 2413/Cilengkrang Kodim 0624/Bandung menyampaikan bahwa kegiatan patroli bersama ini merupakan wujud nyata sinergi antara Perhutani, TNI, dan masyarakat dalam upaya pencegahan gangguan keamanan hutan.
“Kami siap membantu pengamanan dan penanganan apabila terjadi gangguan keamanan hutan maupun bencana alam di kawasan hutan Perhutani KPH Bandung Utara,” jelasnya.
Faktor Penting dalam Pengamanan
Beberapa faktor penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan pengamanan ini adalah:
- Peningkatan kesadaran pengunjung terhadap risiko bencana alam seperti kebakaran hutan dan pohon tumbang.
- Koordinasi antara instansi terkait, seperti Perhutani, TNI, dan pihak kepolisian, agar keamanan kawasan wisata tetap terjaga.
- Penanganan dini terhadap potensi bahaya, seperti pembuangan puntung rokok dan penggunaan api unggun yang tidak diawasi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pengelolaan hutan dan pengembangan pariwisata. Dengan adanya pengamanan yang baik, pengunjung dapat menikmati wisata dengan nyaman sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan hutan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
Beberapa langkah yang dilakukan dalam pengamanan Nataru di objek wisata Batu Kuda antara lain:
- Patroli rutin di sekitar kawasan wisata untuk memantau kondisi lingkungan.
- Sosialisasi kepada pengunjung tentang aturan dan cara menjaga keamanan hutan.
- Peningkatan koordinasi antara pihak Perhutani, TNI, dan masyarakat setempat.
Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan kegiatan pengamanan dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi pengunjung serta menjaga kelestarian hutan.


















