banner 728x250

Harga pangan Nataru 2025 turun drastis

banner 120x600
banner 468x60



Maduraraya.id.CO.ID – JAKARTA.

Menjelang akhir tahun dan libur Natal serta Tahun Baru (Nataru), masyarakat Indonesia merasakan kebahagiaan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga kebutuhan pangan yang cukup signifikan, sehingga memberikan ruang bagi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi akhir tahun.

banner 325x300

Panel Harga Badan Pangan Nasional melalui data resminya melaporkan bahwa mayoritas komoditas pangan pokok di tingkat konsumen mengalami penurunan harga. Data terbaru menunjukkan adanya koreksi pada sejumlah komoditas utama, terutama dari hasil tanaman budidaya. Cabai dan bawang menjadi dua komoditas yang mengalami penurunan paling besar, sehingga membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian.

Harga cabai merah keriting mengalami penurunan sebesar 2,72% menjadi Rp54.219 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah turun cukup dalam sebesar 3,68% menjadi Rp46.352 per kilogram. Bawang putih bonggol juga ikut terkoreksi dengan penurunan sebesar 2,77% menjadi Rp36.953 per kilogram.

Dari kelompok protein hewani, harga daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami pelemahan. Daging ayam ras kini dijual dengan harga Rp39.749 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di kisaran Rp31.473 per kilogram. Namun, harga daging sapi murni justru naik tipis sebesar 0,31% menjadi Rp135.939 per kilogram.

Di sektor beras, tiga jenis beras utama mengalami penurunan harga secara terbatas. Harga beras premium mencapai Rp15.522 per kilogram atau turun sebesar 0,04%. Beras medium turun sebesar 0,30% menjadi Rp13.495 per kilogram, sementara beras SPHP turun sebesar 0,22% ke posisi Rp12.433 per kilogram.

Tren penurunan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Harga minyak goreng kemasan saat ini berada di Rp20.891 per liter, sedangkan Minyakita turun ke Rp17.482 per liter. Gula konsumsi juga mengalami penurunan sebesar 0,03% menjadi Rp17.991 per kilogram.

Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada beberapa bahan baku pangan lainnya seperti kedelai impor, jagung peternak, dan tepung terigu baik curah maupun kemasan. Secara umum, pergerakan harga pangan pada awal pekan ini mencerminkan distribusi yang semakin membaik serta ketersediaan pasokan yang relatif terjaga di pasar domestik.

Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah momen liburan akhir tahun. Mereka dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga memberikan rasa nyaman dan kenyamanan dalam merayakan Nataru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *