Keutamaan Dzikir Rajab 70 Kali
Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender hijriyah. Tanggal 1 Rajab jatuh pada hari Minggu, 21 Desember 2025. Di malam bulan ini, umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah sunnah, salah satunya adalah membaca dzikir Rajab sebanyak 70 kali.
Menurut informasi dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam sistem kalender hijriyah. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ……. ٣٦
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram.” (QS At-Taubah:36)
Selain itu, bulan Rajab juga disebut sebagai bulan Allah SWT. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”
Bacaan Dzikir Rajab 70 Kali
Berikut ini adalah bacaan dzikir Rajab yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.
Terjemahan: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”
Waktu Membaca Dzikir Rajab
Dalam pengamalan dzikir bulan Rajab ini, dzikir dapat dibaca sejak awal bulan Rajab tiba. Berdasarkan kalender hijriah yang dirilis Kemenag, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025 atau tahun baru masehi.
Menurut riwayat yang tercantum dalam kitab Al-Jami’, dzikir di bulan Rajab dapat dibaca oleh umat muslim pada pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya. Dzikir tersebut dibaca sebanyak 70 kali sepanjang bulan Rajab.
Keutamaan Membaca Dzikir Rajab
Membaca dzikir Rajab 70 kali memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah bahwa bagi yang membaca dzikir Rajab, kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka. Keterangan ini merujuk pada sebuah riwayat dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah yang tercantum dalam kitab Al-Jami’.
Dengan memperbanyak amalan dzikir di bulan Rajab, kita dapat memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.


















