banner 728x250

300 Bus AKAP-AKDP Diperiksa Jelang Nataru, Armada Tidak Layak Beroperasi

banner 120x600
banner 468x60



SUMENEP, Maduraraya.id

Pemeriksaan kendaraan angkutan umum di Terminal Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan armada bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Tujuan Pemeriksaan Kelayakan Armada

Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah memastikan seluruh armada yang beroperasi dalam kondisi aman dan layak jalan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, terutama saat terjadi lonjakan penumpang pada masa liburan akhir tahun.

banner 325x300

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Wiraraja, Handoko Imam Hanafi, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah antisipatif. “Kami ingin memastikan seluruh armada benar-benar siap melayani penumpang,” ujarnya.

Tim Gabungan dalam Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas terminal, kepolisian lalu lintas, serta instansi terkait lainnya. Menurut Imam, pemeriksaan tidak hanya dilakukan saat musim liburan, tetapi juga secara rutin setiap pekan.

“Setiap armada yang masuk terminal kami lakukan pemeriksaan. Ini sebagai bentuk pengawasan dan disiplin terhadap operator angkutan umum,” tambahnya.

Fokus Pemeriksaan Administratif dan Teknis

Dalam pemeriksaan administratif, fokus utamanya adalah kelengkapan dokumen kendaraan seperti Kartu Pengawasan (KPS) dan uji KIR. Sementara itu, pemeriksaan teknis mencakup komponen-komponen penting kendaraan seperti:

Sistem rem

Kondisi ban

Suspensi

Kaca

Lampu utama

Lampu sein kanan dan kiri

Selain itu, kelengkapan keselamatan penumpang seperti alat pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat juga menjadi perhatian khusus.

Temuan Pelanggaran Teknis

Dari hasil pemeriksaan, masih ditemukan beberapa pelanggaran teknis. Salah satu yang sering ditemukan adalah kerusakan pada kaca depan. “Jika kondisinya sudah parah, kami anjurkan segera diganti sebelum bus kembali beroperasi,” kata Imam.

Selain itu, kadang petugas juga menemukan armada dengan masa berlaku KIR yang sudah habis. Atas pelanggaran tersebut, tindakan tegas diterapkan. “Ada armada yang kami rekomendasikan untuk tidak beroperasi jika KIR mati. Selain ditilang, bus tersebut harus berangkat kosong,” jelas Imam.

Menurutnya, temuan KIR mati masih sering terjadi bahkan hingga sebulan sekali. “Ini menjadi perhatian serius karena bisa membahayakan keselamatan penumpang,” tambahnya.

Upaya Meningkatkan Kesadaran Operator

Imam berharap dengan pemeriksaan rutin ini, para operator angkutan umum lebih sadar akan tanggung jawab mereka. “Kami berharap semua armada yang beroperasi benar-benar layak jalan dan aman bagi penumpang,” katanya.

Dengan upaya ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang selama masa liburan Nataru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *