Kinerja Impresif Saham SUPA di Hari Perdagangan Pertama
Pada hari perdagangan pertamanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan kinerja yang sangat mengesankan. Saham ini naik sebesar 24,41 persen, mencapai level Rp 790 per saham, dibandingkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 635 per saham.
Sejak awal sesi perdagangan, saham SUPA langsung bergerak di zona hijau dan dibuka pada harga Rp 790. Minat investor terhadap saham bank digital ini terlihat sangat kuat sepanjang hari perdagangan. Dari sisi aktivitas transaksi, saham SUPA terpantau ramai diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 19.839 kali, volume perdagangan sekitar 1,57 miliar saham, serta nilai transaksi yang menembus sekitar Rp 1,06 triliun.
Kinerja positif di hari pencatatan ini sejalan dengan tingginya minat investor selama proses penawaran umum perdana. IPO Superbank berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 318,69 kali, dengan jumlah permintaan investor mencapai lebih dari 1 juta order. Lonjakan permintaan ini mencerminkan antusiasme pasar terhadap prospek SUPA sebagai bank digital.
Capaian ini juga menjadikan Superbank sebagai salah satu IPO terbesar di sektor perbankan digital di Indonesia, sekaligus menegaskan kepercayaan investor terhadap arah transformasi digital industri keuangan nasional. Tingginya tingkat oversubscription dinilai sebagai sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan, strategi pertumbuhan, serta prospek jangka panjang Superbank.
Dukungan dari Sekuritas dan Respons Pasar
Momentum positif ini juga didukung oleh peran enam perusahaan sekuritas yang berpartisipasi sebagai penjamin emisi dan turut memperluas jangkauan IPO SUPA ke publik. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyatakan bahwa besarnya minat investor terhadap IPO Superbank merupakan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia.
“IPO SUPA mencetak rekor dengan tingkat oversubscription mencapai 318 kali dan permintaan investor lebih dari 1 juta order. Ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek Superbank. Respons seperti ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap IPO sektor perbankan digital masih sangat kuat,” ujar Bernadus dalam keterangan pers.
Ia menambahkan, tingkat oversubscription yang tinggi diharapkan berdampak positif terhadap likuiditas perdagangan saham SUPA setelah pencatatan, sekaligus menjadi katalis bagi pengembangan sektor perbankan digital di Indonesia.
Dengan permintaan investor yang sangat kuat, IPO Superbank menjadi salah satu aksi korporasi yang paling menyita perhatian pasar pada akhir tahun 2025.
Penetapan Harga Saham dan Mekanisme Pasar
Dalam penawaran umum perdana tersebut, Superbank menetapkan harga saham di level Rp 635 per saham, berada di tengah kisaran harga penawaran awal Rp 525–Rp 695 per saham. Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Indonesia, Oki Ramadhana, menjelaskan bahwa penetapan harga saham Superbank sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar dengan mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran (supply dan demand).
“Dalam proses bookbuilding, penjamin emisi melihat minat investor di berbagai level harga. Dari situ terlihat di mana permintaan paling kuat, dan harga akhirnya ditetapkan mendekati titik keseimbangan tersebut,” ujar Oki saat ditemui di Jakarta Selatan.
Ia menegaskan bahwa harga saham tidak ditentukan secara sepihak, melainkan berdasarkan titik temu antara minat investor dan jumlah saham yang dilepas ke publik. Hal ini menunjukkan bahwa proses penawaran umum perdana dilakukan secara transparan dan berbasis data pasar.


















