banner 728x250

Mendekati libur Nataru, jangan abaikan manfaat asuransi perjalanan

banner 120x600
banner 468x60

Persiapan Liburan Akhir Tahun yang Aman dan Nyaman

JAKARTA — Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, masyarakat dihadapkan pada tingginya mobilitas perjalanan. Periode akhir tahun sering menjadi masa yang penuh dengan aktivitas, baik untuk liburan, mudik, maupun kunjungan keluarga. Namun, musim liburan juga membawa tantangan tersendiri, termasuk risiko yang perlu diantisipasi.

PT Sompo Insurance Indonesia mengingatkan bahwa persiapan perjalanan tidak hanya terkait dengan pemilihan destinasi dan akomodasi, tetapi juga mitigasi risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan. Risiko tersebut bisa berupa keterlambatan atau pembatalan penerbangan, kehilangan atau keterlambatan bagasi, hingga kondisi darurat kesehatan.

banner 325x300

Momen Akhir Tahun yang Penuh Harapan dan Tantangan

Head of Travel Management & Direct Retail Sompo Insurance, Maria Susana, menyampaikan bahwa momen akhir tahun selalu identik dengan meningkatnya aktivitas bepergian. Ia menjelaskan bahwa liburan akhir tahun memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu, baik untuk staycation bersama keluarga, liburan ke luar negeri, atau sekadar pulang kampung untuk berkumpul dengan orang tercinta.

Namun, ia menekankan bahwa musim liburan juga memiliki tantangan. “Ada risiko yang perlu diantisipasi,” ujar Maria dalam keterangan tertulis.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa puncak arus perjalanan pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025. Pada tanggal tersebut, jumlah pergerakan masyarakat diprediksi mencapai 17,18 juta orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 2 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan sekitar 20,81 juta orang.

Lonjakan volume penumpang pada periode tersebut berpotensi memicu gangguan perjalanan. Kepadatan jadwal transportasi dapat meningkatkan kemungkinan keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Selain itu, risiko bagasi tertukar atau hilang juga cenderung meningkat karena tingginya aktivitas di bandara dan terminal.

Faktor eksternal seperti cuaca yang sulit diprediksi serta kondisi di lokasi tujuan turut menjadi tantangan selama musim liburan. Di sisi lain, aktivitas wisata juga berpotensi memicu gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan yang memerlukan penanganan medis.

Perlindungan Tambahan Saat Liburan

Menurut Maria, kondisi tersebut membuat perlindungan tambahan selama perjalanan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Ia menilai bahwa peningkatan volume perjalanan secara langsung berbanding lurus dengan potensi risiko yang muncul.

“Perlindungan perjalanan bukan lagi sekadar opsi, tetapi kebutuhan. Saat volume perjalanan meningkat dan potensi risiko bertambah, memiliki asuransi perjalanan dapat memberikan ketenangan ekstra,” kata Maria.

Sompo Insurance mencatat bahwa kebutuhan perlindungan perjalanan tidak hanya datang dari pelancong internasional, tetapi juga dari masyarakat yang melakukan perjalanan domestik. Produk asuransi perjalanan yang ditawarkan mencakup perlindungan untuk perjalanan dalam negeri maupun luar negeri, dengan cakupan antara lain jaminan medis darurat, kompensasi keterlambatan atau pembatalan perjalanan, serta perlindungan atas kehilangan atau keterlambatan bagasi.

Selain itu, tersedia pula layanan bantuan yang dapat diakses selama 24 jam, termasuk pada periode libur panjang. Layanan tersebut mencakup bantuan medis darurat dengan sistem nontunai, serta dukungan informasi dan pendampingan apabila terjadi kendala selama perjalanan.

Liburan yang Aman dan Berkesan

“Liburan akhir tahun seharusnya diisi dengan kebersamaan, kehangatan, dan kenangan indah, bukan stres atau ketidakpastian,” ujar Maria. Dengan persiapan yang matang dan perlindungan yang memadai, masyarakat dapat merayakan Nataru dengan lebih tenang dan nyaman.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *