banner 728x250

Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Umrah Pasca-Bencana, Janji Tidak Terulang

banner 120x600
banner 468x60

Permintaan Maaf Bupati Aceh Selatan atas Kepergiannya Umrah di Tengah Bencana

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengungkapkan permintaan maafnya terkait kepergiannya umrah di tengah situasi bencana banjir dan longsor yang sedang terjadi di wilayahnya. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan video di akun Instagram @h.mirwan_ms_official pada hari Selasa (9/12/2025). Dalam video tersebut, Mirwan menjelaskan bahwa ia merasa bertanggung jawab atas ketidaknyamanan dan kekecewaan yang muncul dari berbagai pihak.

“Saya H Mirwan MS, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan, dan kekecewaan banyak pihak,” ujarnya dalam video tersebut. Ia juga menyinggung permintaan maaf kepada beberapa tokoh penting seperti Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri, H Tito Karnavian, Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh dan Aceh Selatan.

banner 325x300

Mirwan menyadari bahwa tindakannya tersebut mendapat perhatian publik dan sempat mengganggu stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa dirinya akan terus bekerja keras untuk memulihkan kondisi Kabupaten Aceh Selatan pasca-bencana. “Kami berjanji akan terus bekerja bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan utamanya adalah memulihkan kepercayaan publik dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Sebelumnya, Mirwan telah berangkat umrah bersama istri sejak hari Selasa (2/12/2025).

Penjelasan dari Plt Sekretaris Daerah

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudra, memberikan penjelasan mengenai kepergian Bupati Aceh Selatan. Menurut Diva, kepergian Mirwan ke Tanah Suci telah dipertimbangkan dengan situasi Aceh Selatan yang sudah stabil dan korban bencana yang telah ditangani dengan baik.

“Narasi tersebut tidak benar, korban bencana yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Ini bukti soliditas semua pihak dalam penanganan banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” ujar Diva, dikutip dari Antara Aceh, Jumat (5/12/2025).

Pemecatan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra

Mirwan, yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aceh Selatan, diberhentikan dari posisi tersebut oleh partainya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra, Sugiono, menjelaskan alasan pemecatan tersebut. Ia menyatakan bahwa kepergian Bupati Aceh Selatan ke tanah suci saat wilayahnya sedang menghadapi bencana bertentangan dengan ikrar dan sumpah kader Partai Gerindra.

“Oleh karena itu, DPP Partai Gerindra mengambil keputusan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Selatan,” tambah Sugiono.

Menurut Sugiono, salah satu prinsip utama dari kader Partai Gerindra adalah menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. “Terang terangan bertentangan dengan apa yang menjadi ikrar dan sumpah dari kader partai Gerindra, yaitu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” imbuhnya.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana tanggung jawab seorang pemimpin harus tetap dijaga, terlebih saat sedang menghadapi situasi darurat. Meskipun kepergian Mirwan umrah telah dijelaskan oleh pihak terkait, namun hal ini tetap menimbulkan reaksi dari masyarakat dan partai politik. Dengan adanya permintaan maaf dan janji untuk bekerja lebih keras, diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *