Genangan Air di Jalan Pantura Semarang-Demak Terus Mengganggu
Jalan Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah, masih terendam genangan air hampir sepekan. Sampai dengan Senin (27/10), kondisi ini belum juga membaik dan menyebabkan kemacetan yang cukup parah. Genangan air mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter di beberapa titik, membuat banyak kendaraan mogok karena nekat melewati banjir.
Di lokasi kejadian, tampak sejumlah sopir truk dan pengendara motor berusaha mendorong kendaraannya yang terjebak di tengah genangan. Genangan ini tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga menutupi sebagian badan jalan, sehingga menyulitkan arus lalu lintas.
Menurut Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, genangan yang tinggi menyebabkan arus lalu lintas tersendat cukup panjang. Untuk mengurangi kepadatan, pihak kepolisian terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Demak dialihkan melalui Jalan Wolter Monginsidi, sedangkan kendaraan dari arah Semarang diarahkan ke Pedurungan.
Namun, meskipun telah dilakukan pengalihan, jalur Kaligawe hingga Genuk masih sulit dilalui oleh kendaraan pribadi maupun truk kecil. Rismanto menegaskan bahwa genangan air masih cukup tinggi dan berisiko membuat kendaraan mogok. Oleh karena itu, ia mengimbau para pengendara agar tidak memaksakan diri untuk melewati jalur tersebut.
Genangan yang tak kunjung surut bukan hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas warga sekitar. Banyak pekerja mengeluh kesulitan dalam berangkat kerja karena akses utama ke arah Semarang terputus akibat banjir.
Dion (30), warga asal Mranggen yang setiap hari melintas menuju Semarang, mengatakan bahwa ia sempat mengira genangan sudah surut, tetapi ternyata masih tinggi. Motor yang ia bawa sampai mati di tengah jalan. Ia merasa kesulitan bekerja jika situasi ini terus berlangsung dan berharap pemerintah segera menangani masalah ini secara serius.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebagian pompa air di kawasan Kaligawe-Genuk masih belum berfungsi optimal. Hal ini menyebabkan genangan sulit disedot sepenuhnya. Selain itu, cuaca yang masih mendung dan hujan ringan di beberapa titik juga membuat proses penurunan air berjalan lambat.
Sementara itu, petugas gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum, dan Polrestabes Semarang terus bersiaga untuk mengatur lalu lintas dan memantau ketinggian air. Mereka berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di area tersebut.


















