banner 728x250

Ketegangan Membuncah! Vinicius Menolak Perpanjangan Kontrak Real Madrid Gara-Gara Xabi Alonso

banner 120x600
banner 468x60

Ketegangan antara Vinicius dan Xabi Alonso Memicu Penolakan Perpanjangan Kontrak

Ketegangan yang terjadi antara Vinicius Junior dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, telah mencapai titik kritis. Hal ini membuat sang pemain disebut menolak tawaran perpanjangan kontrak dengan klub sejak bulan lalu. Situasi ini menjadi sorotan utama setelah berbagai laporan menyebutkan bahwa Vinicius belum siap untuk berdiskusi ulang mengenai kontraknya selama masalah dengan Alonso belum menemukan solusi.

Penolakan tersebut dianggap sebagai alarm bagi Real Madrid karena Vinicius merupakan salah satu aset penting dalam proyek jangka panjang klub. Kontrak sang pemain sejatinya akan berakhir pada Juni 2027, namun Madrid ingin mempercepat proses negosiasi sejak Januari lalu. Namun, proses negosiasi tersebut mengalami kebuntuan karena tidak ada kesepakatan yang tercapai, terutama setelah hubungan internal antara Vinicius dan Alonso semakin renggang.

banner 325x300

Pemicu ketegangan ini disebut terjadi saat laga El Clasico pada 26 Oktober lalu. Saat itu, Vinicius marah setelah ditarik keluar oleh Alonso pada menit ke-72 meskipun tim sedang memimpin. Emosi Vinicius memuncak saat meninggalkan lapangan, dan momen tersebut menjadi tanda pertama adanya ketidakpuasan terhadap keputusan pelatih Spanyol tersebut.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Vinicius menemui Presiden Florentino Perez untuk meminta maaf, namun ia juga menegaskan bahwa ia belum melihat alasan kuat untuk menyetujui kontrak baru. Dalam laporan tersebut, Vinicius mengaku akan tetap bersikeras pada pendiriannya selama komunikasi dan arahan dari Alonso tidak menunjukkan perubahan yang lebih positif.

Akar masalah sebenarnya bermula dari kekalahan 0-4 Real Madrid dari Paris Saint-Germain pada semifinal Piala Dunia Antarklub pada 9 Juli lalu. Saat itu, Alonso awalnya berencana untuk mencadangkan Vinicius, namun cedera pemain lain memaksa sang winger bermain di posisi kanan yang bukan favoritnya sejak awal. Keputusan ini membuat Vinicius merasa tidak dilibatkan dalam rencana taktik tim, sehingga menyulitkannya untuk tampil optimal.

Setelah kejadian tersebut, performa dan menit bermain Vinicius menurun drastis. Ia hanya berhasil menyelesaikan lima dari 17 laga yang dimainkan Madrid musim ini. Bahkan, empat kali ia memulai laga dari bangku cadangan, termasuk ketika Madrid ditahan imbang Elche 2-2 pada 24 November lalu. Kondisi ini membuat Vinicius merasa perlakuan Alonso tidak konsisten, sehingga memengaruhi kenyamanannya dalam menjalani peran di lapangan.

Di sisi lain, Alonso menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah personal dengan Vinicius. Menurutnya, rotasi pemain dilakukan demi menjaga kondisi fisik skuad selama musim yang padat. Meski begitu, situasi ini tetap menjadi isu besar di dalam ruang ganti Real Madrid.

Vinicius sebelumnya menandatangani kontrak baru pada 2022, dengan detail yang diumumkan resmi setahun kemudian sebagai bentuk komitmen jangka panjang. Tawaran dari klub luar negeri juga sudah muncul sejak tahun lalu, termasuk dari delegasi PIF Arab Saudi yang menawarkan paket besar untuk memboyong sang bintang. Namun, tawaran tersebut gagal berkembang.

Kini, spekulasi kepindahan Vinicius kembali mencuat karena ketegangan internal yang belum terselesaikan. Keputusan Vinicius yang dikabarkan menolak perpanjangan kontrak Real Madrid selama hubungan dengan Xabi Alonso belum membaik membuat masa depannya terus dipantau.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *