banner 728x250

Pesan Terakhir Siswa SD Korban Bully Sebelum Meninggal, Ucapan Haru Perpisahan dengan Ibu

banner 120x600
banner 468x60

Kasus Bullying di Sekolah yang Merenggut Jiwa Siswa SD

Kasus bullying atau perundungan di lingkungan sekolah kembali terjadi, dan kali ini menimbulkan korban jiwa. Seorang siswa SD kelas 6 yang bernama MAR meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying di sekolahnya. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau. Korban dikenal sebagai anak yang baik dan rajin beribadah.

Pesan Terakhir Korban

Sebelum meninggal dunia, korban sempat menyampaikan pesan kepada ibunya. Menurut kuasa hukum keluarga korban, Suroto, pesan itu merupakan pesan terakhir dari korban. “Korban menyampaikan pesan kepada ibunya, minta untuk dimandikan dan digelarkan tikar karena nanti rumah akan ramai,” ujarnya saat diwawancarai wartawan di Pekanbaru.

banner 325x300

Pada Minggu sekitar pukul 02.00 WIB, korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya. “Korban mengembuskan napas terakhirnya pada saat keluarganya tertidur,” tambah Suroto.

Proses Hukum yang Dilakukan

Awalnya, keluarga korban tidak ingin mengangkat masalah ini secara hukum. Namun, setelah mendapatkan masukan bahwa kejadian ini perlu diangkat agar ada evaluasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru, pihak keluarga akhirnya bersedia melanjutkan proses hukum.

Pihak kuasa hukum memberikan bantuan hukum tanpa dipungut biaya sepeser pun. “Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi di sekolah-sekolah di Pekanbaru maupun di Riau,” ujar Suroto.

Kejadian Bullying yang Terjadi

Kejadian bullying terhadap korban dilaporkan terjadi pada Kamis (13/11/2025) ketika korban dan teman-temannya sedang belajar kelompok di dalam kelas. Tiba-tiba, salah satu murid berinisial FT menendang kepala korban.

Murid lain berinisial ARK melaporkan kejadian tersebut kepada wali kelas, namun wali kelas hanya menyuruh untuk menunggu. Sepulang sekolah, Muhammad menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya dengan penuh tangisan, mengungkapkan bahwa ia tidak ingin kembali ke sekolah akibat bullying yang dialaminya.

Kondisi Kesehatan Korban Memburuk

Kondisi kesehatan korban semakin memburuk keesokan harinya, diduga mengalami lumpuh otak. Korban mengungkapkan bahwa kepalanya ditendang oleh FT. Karena keterbatasan biaya, keluarganya membawa korban ke pengobatan alternatif, namun pihak pengobatan menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit.

“Korban kemudian dibawa ke puskesmas. Tetapi, saat itu hari Sabtu puskesmas tutup, akhirnya korban dirawat di rumah,” jelas Suroto. Namun, kondisi korban semakin parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus Bullying Lainnya

Sebelumnya, kasus bullying juga terjadi di SMP Negeri 19 di Tangerang Selatan (Tangsel). Siswa berinisial MH (13) menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman sekolahnya. Setelah sepekan mendapat perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, siswa tersebut meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025).

Korban sempat mengalami gangguan penglihatan dan kelumpuhan setelah kepalanya dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sebangkunya pada Senin (20/10/2025) lalu.


banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *