Penanganan Darurat Akses Jalan Nasional Pasca Erupsi Gunung Semeru
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memulai upaya pemulihan akses Jalan Nasional Lumajang-Malang yang terdampak oleh material abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru. Penanganan ini dilakukan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, yang telah mengerahkan alat berat untuk mendukung proses penanganan darurat pasca-erupsi.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pihaknya memastikan peralatan dari balai-balai teknis dapat segera dikerahkan kapan saja, termasuk dalam membuka akses dan membantu proses evakuasi. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan efektif.
Sementara itu, Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengungkapkan bahwa tim teknis sudah bergerak sejak Sabtu pagi untuk membersihkan jalan nasional dan jembatan yang tertutup abu. Untuk mendukung pembukaan akses darurat, Kementerian PU telah mengerahkan beberapa jenis alat berat, antara lain:
- 2 unit excavator
- 1 unit loader
- 1 unit tangki air
- 2 unit dump truck
Alat-alat tersebut digunakan untuk membersihkan material abu vulkanik di area Jembatan Besuk Kobokan. Loader dan tangki air khususnya difokuskan pada pembersihan di lokasi tersebut. Sementara itu, alat berat lainnya ditempatkan dalam posisi siaga, menunggu instruksi dari BPBD Jawa Timur, mengingat beberapa zona masih belum aman untuk dimasuki sesuai hasil asesmen lapangan dan rekomendasi teknis dari BNPB serta Badan Geologi.
Rencana Normalisasi Jangka Menengah
Sebagai tindak lanjut jangka menengah, Kementerian PU akan melakukan pengerahan alat berat dalam skala yang lebih besar untuk normalisasi alur sungai dan pembersihan jalur yang lebih terdampak. Rencana pengerahan skala besar ini akan dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025, pukul 07.00 WIB.
Total 10 unit alat berat akan dikerahkan, yaitu:
- 7 unit excavator
- 2 unit loader milik BBWS Brantas
- 1 unit dozer dari Dinas PU SDA Jatim
Selain itu, Kementerian PU juga akan melaksanakan rangkaian pekerjaan lainnya, seperti:
- Pembuatan Alur/Sudetan sepanjang 500 meter untuk mengarahkan aliran material vulkanik.
- Peninggian Tangkis untuk memperkuat perlindungan terhadap permukiman dan infrastruktur di hilir.
Imbauan kepada Masyarakat
Javid Hurriyanto menegaskan bahwa masyarakat dan petugas diimbau untuk mematuhi larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak. Hal ini berdasarkan analisis dari Badan Geologi, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi.
Upaya-upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran material vulkanik dapat dikendalikan secara lebih aman, sekaligus mendukung pembukaan akses dan menjaga keselamatan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, diharapkan kondisi di wilayah terdampak bisa segera pulih dan kehidupan masyarakat kembali stabil.


















