Kondisi Keamanan di Kabupaten Blora
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Eddy Hartono, menyatakan bahwa situasi penyebaran jaringan terorisme di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, saat ini dalam kondisi aman. Meskipun begitu, ia meminta seluruh Forkopimda dan masyarakat Blora untuk tetap waspada. Sebagai wilayah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Blora memiliki potensi menjadi jalur perlintasan kelompok radikal.
Pernyataan ini disampaikan oleh Eddy Hartono saat berada di Blora pada hari Kamis. Selain itu, BNPT juga melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan delapan perguruan tinggi di Kabupaten Blora pada hari yang sama.
Faktor Rentan Terhadap Radikalisme
Eddy Hartono menjelaskan bahwa kelompok yang paling rentan terpapar paham radikalisme adalah kaum perempuan dan anak-anak. Faktor psikologis, emosional, serta pola pikir yang masih labil membuat mereka mudah dipengaruhi. Oleh karena itu, BNPT bersama tim koordinasi nasional terus menggelar program pencegahan sejak tingkat sekolah dasar, rumah tangga, hingga perguruan tinggi.
Dia juga menyoroti maraknya penyebaran ideologi radikal melalui bahan bacaan digital, termasuk e-book, yang dimanfaatkan kelompok teroris sebagai media propaganda.
Prioritas Nasional dalam Pencegahan Terorisme
Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme serta RPJMN 2025–2029, pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan menjadi prioritas nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) yang selaras dengan Rencana Aksi Nasional (RAN) BNPT, termasuk peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan kampus.
Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama delapan perguruan tinggi yang ada di wilayah setempat resmi menandatangani MoU dengan BNPT. Kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan paham radikalisme dan terorisme di kalangan generasi muda.
Peran Perguruan Tinggi dalam Edukasi
Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik langkah tersebut. Mengingat posisi Blora sebagai gerbang timur Provinsi Jawa Tengah yang menuntut kewaspadaan ekstra, tidak hanya terhadap potensi terorisme, tetapi juga peredaran narkotika. Mahasiswa di Blora berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pengawasan dan edukasi di kampus menjadi sangat penting.
Dia berharap melalui kerja sama ini, perguruan tinggi lebih proaktif mengundang BNPT untuk memberikan edukasi dan penguatan literasi kewaspadaan kepada mahasiswa dan civitas akademika.


















