banner 728x250

AFC Beri Sanksi Baru pada Malaysia! FAM dan Tiga Klub Lokal

banner 120x600
banner 468x60



Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan denda terhadap beberapa pihak terkait sepak bola Malaysia. Denda yang diberikan mencapai total 13.125 dolar AS atau sekitar Rp220 juta. Pihak-pihak yang dikenakan sanksi antara lain Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), klub Johor Darul Takzim (JDT), Selangor FC, dan Kelana United.

Denda untuk Klub dan Federasi

Johor Darul Takzim (JDT), sebuah klub yang dimiliki oleh Tunku Ismail Idris, anak Sultan Johor, dijatuhkan denda sebesar 5.000 dolar AS. Alasannya adalah gagal menyediakan stadion yang bersih, khususnya di lokasi latihan resmi menjelang pertandingan Liga Champions Asia Elite melawan Machida Zelvia.

banner 325x300

Selangor FC juga menerima denda sebesar 1.250 dolar AS karena menunda kick-off babak kedua laga Liga Champions Asia melawan Persib Bandung selama 80 detik. Sementara itu, FAM dihukum 1.875 dolar AS akibat penundaan hingga 150 detik dalam memulai kembali pertandingan melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Denda untuk Pelatih Kebugaran

Kelana United turut mendapat sanksi berupa denda 5.000 dolar AS kepada Mohd Zahidibudiman Ibrahim, pelatih kebugaran klub tersebut. Dia dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Masalah Lebih Besar: Skandal Naturalisasi

Meskipun denda-denda ini diberikan, publik Asia Tenggara tidak merasa puas dengan tindakan AFC terhadap Malaysia. AFC tetap bersikeras menunda pengambilan sikap sampai proses persidangan di Pengadilan CAS selesai.

FAM berpotensi menerima sanksi lebih berat karena sikap keras kepala dan dianggap merendahkan kredibilitas FIFA. Menurut pernyataan FIFA, jika bukan karena prinsip non reformatio i in pejus berdasarkan Pasal 63.4 Kode Disiplin FIFA, hukuman yang lebih berat akan diterapkan.

Sejarah Skandal Naturalisasi

Skandal serupa pernah terjadi pada tahun 2016, ketika Timor Leste menggunakan 12 pemain naturalisasi palsu asal Brasil. Akibatnya, Timor Leste dihukum berat, termasuk larangan mengikuti Piala Asia dan pembatalan 29 pertandingan. Beberapa pejabat federasi juga diskorsing selama tiga tahun.

Tindakan FAM dan Dukungan dari Tunku Ismail

FAM memilih membawa kasus ini ke Pengadilan CAS untuk mencari keadilan dan memperjuangkan hak-hak pemain. Namun, tindakan ini bertentangan dengan bukti yang dikeluarkan oleh FIFA. FAM tidak memiliki dukungan dari pemerintah Malaysia, dan dana yang digunakan untuk pengadilan berasal dari Tunku Ismail Idris.

Tunku Ismail, yang menjadi aktor utama skandal naturalisasi Malaysia, tidak dianggap sebagai pihak yang bersalah. Ia tetap menjadi donatur tetap FAM, menanggung biaya travel, legal, hingga pengadilan CAS.

Nasib Malaysia di Masa Depan

Nasib Malaysia di masa depan masih menjadi pertanyaan besar. Apakah mereka akan selamat dari skandal ini atau justru hancur lebur? FIFA dan AFC terus memantau situasi ini, dan kemungkinan besar akan ada konsekuensi berat bagi Malaysia jika ditemukan kesalahan yang nyata.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *