banner 728x250

Dinsos Halmahera Selatan Kuatkan Lumbung Sosial di Daerah Rentan Bencana

banner 120x600
banner 468x60

Penguatan Lumbung Sosial di Wilayah Rawan Bencana

Dinas Sosial (Dinsos) Halmahera Selatan, Maluku Utara akan memperkuat lumbung sosial di wilayah rawan bencana pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi ketersediaan logistik bagi warga saat terjadi bencana alam. Dengan adanya lumbung sosial, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi lebih cepat dan efisien.

Kepala Dinsos Halmahera Selatan, Fadjri S Kambey menjelaskan bahwa penguatan lumbung sosial menjadi agenda penting pemerintah daerah guna mempercepat layanan bantuan di lapangan. Ia menyatakan, “Kami siapkan sembako dan kebutuhan lain. Targetnya tahun depan lumbung sosial ini diperkuat agar kebutuhan pengungsi bisa terpenuhi lebih cepat.”

banner 325x300

Lumbung sosial akan difokuskan di wilayah Pulau Obi dan wilayah Kecamatan Gane Timur. Kedua wilayah tersebut sering menjadi lokasi pengungsian setiap kali bencana melanda. Dengan menempatkan logistik di daerah yang dekat dengan titik bencana, proses distribusi dapat dilakukan tanpa hambatan waktu. Fadjri mengatakan, “Dengan adanya lumbung sosial di dua zona itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat bisa dilakukan lebih cepat tanpa menunggu kiriman dari Labuha.”

Pengelolaan lumbung sosial nantinya akan diserahkan kepada relawan yang tergabung dalam kampung siaga bencana (KSB). Libatannya relawan KSB cukup efektif untuk mempercepat koordinasi dan memastikan kesiapsiagaan di tingkat desa. Fadjri menjelaskan, “Pengelolaannya kami serahkan kepada relawan KSB agar koordinasi lebih cepat dan respons lebih tepat saat bencana terjadi.”

Beberapa langkah strategis telah dirancang untuk memastikan keberhasilan penguatan lumbung sosial. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pemetaan Wilayah: Identifikasi wilayah-wilayah yang paling rentan terhadap bencana alam menjadi langkah awal yang penting. Hal ini membantu menentukan lokasi optimal untuk penempatan lumbung sosial.
  • Koordinasi dengan Pihak Terkait: Kolaborasi dengan instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga swadaya masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan logistik dan sumber daya yang cukup.
  • Pelatihan Relawan: Pelatihan yang intensif kepada relawan KSB diperlukan agar mereka mampu bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana.
  • Sistem Distribusi yang Efisien: Pengembangan sistem distribusi logistik yang terstruktur dan mudah diakses oleh masyarakat di wilayah rawan bencana menjadi kunci keberhasilan lumbung sosial.
  • Evaluasi Berkala: Evaluasi berkala terhadap kinerja lumbung sosial diperlukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Fadjri berharap hadirnya lumbung sosial di tahun depan dapat memperkuat kesiapan logistik. Ia menegaskan, “Wilayah rawan bencana harus semakin kuat dan mampu mengurangi risiko keterlambatan bantuan kepada warga terdampak.” Dengan adanya lumbung sosial, diharapkan masyarakat di wilayah rawan bencana dapat merasa lebih aman dan nyaman, serta mendapatkan bantuan yang cepat dan tepat sesuai kebutuhan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *