banner 728x250

Ringgit Malaysia Rekor Baru, Dekati Puncak Empat Tahun

banner 120x600
banner 468x60


Ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang yang paling kuat di Asia pada tahun ini. Nilainya kini mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir, menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut.

Penguatan ringgit didorong oleh beberapa faktor, termasuk momentum ekonomi yang semakin membaik dan penurunan ketegangan perdagangan global. Hal ini membuat investor luar negeri lebih percaya untuk berinvestasi dalam aset lokal, seperti obligasi Malaysia. Menurut data dari Bloomberg, investor asing telah membeli obligasi Malaysia senilai hampir USD 4 miliar sepanjang tahun ini, yang turut mendorong nilai tukar mata uang tersebut.

banner 325x300

Ekonomi Malaysia yang didorong oleh sektor ekspor juga merasakan manfaat dari rebound permintaan global. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga melampaui ekspektasi, yang menunjukkan bahwa sektor ekspor sedang dalam proses pemulihan. Selain itu, hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dua pasar ekspor utama Malaysia, mulai membaik, sehingga meningkatkan sentimen investor terhadap aset lokal.

“Sentimen ringgit masih tetap positif,” tulis para ahli strategi Maybank yang dipimpin oleh Saktiandi Supaat dalam sebuah catatan kepada klien. Mereka menyatakan bahwa kondisi ekonomi yang stabil dan kebijakan moneter yang konsisten memberikan dasar yang kuat bagi penguatan ringgit.


Momentum penguatan ringgit terus berjalan, dengan adanya “cashwall” atau simpanan valuta asing perusahaan dalam jumlah besar yang masih bisa dikonversi. Pada perdagangan Kamis pagi, ringgit bergerak di level 4,13 per dolar AS.

Namun, indikator teknis menunjukkan bahwa reli ringgit mungkin akan melambat dalam waktu dekat. Para ahli strategi memperkirakan pelemahan sementara mata uang ini menjadi 4,18 per dolar pada akhir tahun, sebelum kembali menguat pada tahun 2026. Perkiraan ini didasarkan pada survei Bloomberg yang menunjukkan estimasi median dari para analis.

Bank sentral Malaysia mempertahankan suku bunga acuan awal bulan ini, menandakan keyakinan terhadap ketahanan ekonomi meskipun ada tekanan dari tarif AS. Ringgit telah menguat lebih dari 8 persen sepanjang tahun ini, mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut.

Wee Khoon Chong, ahli strategi senior di BNY di Hong Kong, menyatakan bahwa kinerja ringgit “dapat berlanjut.” Menurutnya, valuasi mata uang tersebut masih menarik, bahkan setelah reli pada tahun 2025. “Mengingat betapa lemahnya atau banyaknya penjualan ringgit pada tahun 2021 hingga 2023,” ujar dia. Ini menunjukkan bahwa ringgit memiliki potensi untuk terus menguat dalam jangka panjang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *