Sempat Lockdown karena PMK, Pasar Hewan Dikedungdung Kembali Dibuka

SAMPANG- Sejumlah pasar sapi di kabupaten sampang yang kemarin sempat fakum dikarenakan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak milik masyarakat di kabupaten sampang, akhirnya perlahan-lahan sudah bisa beroperasi kembali seperti sediakala. diantaranya pasar Kedungdung, Senin (8/8/2022).

Pasalnya, pasar sapi yang berada di Kecamatan Kedungdung itu kurang lebih dua bulan tidak ada pengunjung ataupun pedagang yang beroperasi disana, meski nyatanya tidak ada himbauan penutupan pasar sebelumnya dari pihak pemerintah daerah.

Menurut Mattawi. salah satu pedagang asal desa muktesareh, bahwa memang benar mulai dari kemarin pasar sapi di Kedungdung tidak ada satupun pedagang yang beroperasi untuk menjual sapinya kesini.

“Sekitar dua bulanan lah pasar sapi ini fakum tak ada pedagang sapi yang mau menjual ke pasar. Orang nya sendiri mungkin yang takut untuk ke-pasar. Besar kemungkinan orang itu takut karena ada PMK ini,” Ucapnya.

Selain itu Mattawi jugak mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang ke-pertama pedagang sapi membawa sapinya ke-pasar semenjak adanya PMK kemarin, sehingga jumlah sapi yang datang tidak begitu banyak.

“Untuk jumlah sapi yang datang hari ini tak begitu banyak sekitar ada 17 sapi lah yang di bawa kepasar. Bisa jadi orang masih belum tau atau jugak masih takut untuk bawa sapinya ke-pasar. Mungkin minggu yang akan datang kembali normal. Bisa jadi hari ini karena permulaan,” Ungkapnya.

Disisi lain Dinas Koperasi dan Perdagangan (DISKOPERINDAG) sampang melalui Kepala Bidang (KABID) pengelolaan pasar M.Rosul, membenarkan adanya fakumnya beberapa pasar yang berada di kabupaten sampang.

“ada tujuh pasar yang mangkrak hingga dua bulan. Masing-masing Pasar Aengsareh, Bringkoning, Sentol, Jelgung, Omben, Batulenger, dan Pasar hewan ketapang. Jadi tujuh pasar itu mangkrak hingga dua bulan,” ucapnya.

Ia mengaku tidak pernah menutup pasar hewan. Hanya saja dengan sendirinya para pedagang takut untuk transaksi jual beli sapi dua bulan terakhir ini.

“Jadi kami tak pernah penutup pasar hewan. Hanya saja mereka dengan sendirinya tidak keluar bertransaksi jual beli sapi,” Tandasnya.
(Mohdy)