Kadung Diresmikan, Padahal Fasilitas JLS Tidak Lengkap

SAMPANG – Fasilitas Jalan Lingkar Selatan (JLS) belum lengkap, yakni, traffic light-nya tidak ada. Sementara kegiatan lalulintas (Lalin) di JLS itu lumayan rawan. Buktinya, beberapa bulan lalu Kecelakaan lalulintas terjadi di jalan yang sudah telan Rp204 miliaran itu.
Kendati fasiltas JLS kurang memadai, Pemerintah Kabupaten Sampang tetap meresmikan JLS kemarin (31/1/23). Sehingga, peresmian tersebut tampak ambisius sekali.

Sekjen LSM Lasbandra Rifai mengatakan, bahwa di JLS, traffic light nya masih belum ada. Artinya, fasilitas lalulintas di proyek senilai Rp204 miliar itu tidak lengkap.
“Traffic light nya belum ada, namun, proyek yang bermasalah itu, tetap diresmikan,” tudingnya, Rabu (1/1/23).

Sekedar diketahui, sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang menurunkan portebel untuk menangani lalu lintas di JLS. Hal itu, sambil lalu menunggu pembangunan dua traffic light rampung.
Sementara dua titik JLS yang diusahakan dibangun traffic light itu, di perempatan Aeng Sareh dan pertigaan Kaseran. Dua lokasi itu dipastikan memakan anggaran Rp380 juta. Rinciannya, di perempatan anggarannya Rp200 juta. Sedangkan untuk pertigaan, anggarannya sebesar Rp180 juta, dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Terkait penangan sementara Lalulintas (Portebel) dinilai kurang efektif oleh masyarakat setempat. Bagaimana tidak, sebab, banyak pengendara yang terobos portabel dari arah barat di pertigaan kaseran.
“Banyak pengendara yang terobos lampu merah portebel dari arah barat. Padahal portebel di Kaseran itu, menunjukkan lampu merah,” beber warga setempat (M).

(AHe)