Hanya Sasar Satu Desa, 10 Unit RTLH TMMD Disoal

SAMPANG – Tokoh Pemuda Asal Tanian Lembung Desa Plakaran Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang pertanyakan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Bagaimana tidak, sebab bantuan itu hanya menyasar ke satu desa saja. Diketahui satu desa itu, Desa Pesarenan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Abdul Rokib menyampaikan, bahwa tahun ini, Sampang ada program RTLH TMMD. Hanya saja, program itu menyasar ke satu desa.
“Bantuan itu, hanya ke Desa Pesarenan Kecamatan Kedungdung saja,” bebernya, Jumat (20/1/23).

RTLH TMMD untuk Desa Pesarenan itu, ia lanjut menjelaskan, sebanyak 10 unit. Hanya saja, ia masih belum bisa membeberkan rincian nama penerima bantuan di desa itu.
“Kalau bantuannya ada 10 unit,” timpalnya.

Sementara per unit, katanya, anggarannya Rp25 juta. Sehingga, saat 10 unit itu ditotal, maka ketemu besaran anggaran Rp250 juta.
“Bantuan itu dari APBD, per unit Rp25 juta,” sambungnya.

Ditanya tahapan bantuan RTLH TMMD saat ini, ia mengaku masih tahap upload. Sementara pelaksana bantuan, pihaknya menargetkan usai hari raya Idul Fitrih.
“Kalau sekarang tahapannya masih tahap upload data,” tandasnya.

Bantuan yang hanya menyasar ke satu desa itu, dipertanyakan oleh tokoh pemuda asal Tanian Lembung Desa Plakaran Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang Sarbaini.
“Apakah tidak ada wilayah lain? Sebab, bantuan-bantuan semacam itu, sering jatuh ke daerah tersebut. Padahal, di wilayah lain juga membutuhkan bantuan semacam itu,” tanya tokoh pemuda sekaligus aktivis tembusan PMII Sampang itu.

Alasan dirinya mengetahui bantuan semacam RTLH itu sering jatuh ke wilayah tersebut, lantaran ia sering membaca berita.
“Omben, Kedungdung, Camplong, dan Robatal. Pasti beberapa kecamatan itu sering ketimpanan bantuan. Terus wilayah kami kapan?” pungkasnya.

(AHe)