Warga Sampang Dihantui Banjir

SAMPANG – Semalaman suntuk beberapa orang di Kampung Lembung Dusun Nangger Desa Plakaran Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang tidak bisa tidur. Hal itu disebabkan, air sungai yang hampir naik. Bahkan tinggal menunggu beberapa jengkal saja, kampung itu akan tergenang air dari sungai. Apalagi sejak sore kemarin hingga sekarang cuaca mendung. Artinya, apabila terjadi hujan lebat lagi, maka dapat dipastikan, banjir yang terjadi di tahun 2004 akan terulang kembali di kampung itu.

Salah satu warga Kampung Lembung Dusun Nangger Desa Plakaran Kecamatan Jrengik Sarbaini mengatakan, bahwa semalaman suntuk ia tidak bisa tidur, lantaran acap kali bolak-balik mengecek air sungai.
“Saya acap kali mengecek sungai, takut airnya naik,” bebernya, Minggu (1/1/23).

Selain dirinya, ada beberapa warga dari kampung sebelah yang juga melihat posisi air sungai. Sebab, air sungai tadi malam benar-benar hampir menerobos jalan penghalang air.
“Tidak hanya saya yang mengecek air sungai, tetapi ada warga dari kampung sebelah,” ungkapnya.

Apabila air sungai menerobos jalan penghalang, Beni lanjut membeberkan, kejadian banjir di tahun 2004 silam akan terulang kembali. Banjir beberapa tahun silam itu, menyasar langgar warga hingga roboh. Bahkan, puluhan lumbung milik warga juga terseret air hingga menghilang.
“Sebab beberapa tahun silam, di kampung ini banjir disebabkan luapan air sungai,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, kondisi cuaca dari sore hingga sekarang tampak mendung. Menurutnya, apabila hujan lebat seperti kemarin terjadi lagi. Maka warga harus mencari tempat ngungsi yang aman.

Dipaparkan, sungai itu berpangkal dari Waduk Klampis Desa Kramat Kecamatan Kedungdung. Sedangkan ujung sungai, di daerah laut selatan Sampang. Sementara saat ini, Waduk klampis sudah tidak bisa menampung air lagi. Sehingga, apabila terjadi pasang laut dan hujan lebat kembali, maka nyaris-lah nasib warga.
“Sekarang ini kami hanya bisa berharap, agar banjir tidak terjadi,” tutupnya.

(AHe)