Kostum Rekor MURI Tidak Sesuai, Bupati Sampang Sebut Tidak Masalah

SAMPANG – Kostum rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) senam Sampang Hebat Bermartabat (SSHB) yang telan anggaran Rp2 miliar, tidak sesuai harapan. Tidak sesuai harapan itu, lantaran deameter leher yang tidak sebagaimana pakaian, ukuran celana panjang sebelah, serta ukuran tidak sesuai pemesanan awal. Akhirnya saat senam berlangsung, terdapat peserta yang celananya sobek. Sementara Bupati Sampang sebut ketidak sesuaian itu, tidak jadi masalah.

Bupati Sampang H. Selamet Junaidi mengatakan, pemesanan kostum senam Sampang Hebat Bermartabat (SSHB) sebanyak sepuluh ribu lebih, dan yang tidak sesuai hanya kisaran15 seragam saja. Semisal belasan itu diviralkan, maka tidak jadi masalah.
“Karena pemesanan cukup banyak, sedangkan yang diviralkan hanya 15 san saja, jadi itu tidak masalah,” dalihnya, senin (26/12/22).

Terkait kualitas kostum, ia tidak ingin menjawab. Sebab, semua peserta senam terdistribusi dan mereka tinggal pakai.
“Saya tidak bisa menjawab terkait kualitas kostum. Tapi yang pasti hari ini, semua terdistribusi,” sumbarnya

Sementara usai senam rekor MURI, di media sosial (Sosmed) telah viral segerombol bapak-bapak yang menertawakan temannya. Bagaimana tidak, sebab salah satu dari bapak-bapak itu mengalami hal yang tak terduga. Yakni, celana sobek di bagian selangkangan. Sehingga hal itu, menjadi perbincangan hangat di grup-group WhatsApp.

(AHe)