Ragam  

Aliran Listrik Sering Padam, Dikeluhkan Oleh Warga Banyubunih Galis

BANGKALAN – Sering terjadinya pemadaman aliran listrik di wilayah Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dikeluhkan oleh warga sekitar, Minggu (2/10/2022).

Akibat dari padamnya aliran listrik tersebut menjadi penghambat bagi pengusaha mebel, di Desa Banyubunih, Kec. Galis, Bangkalan. Sebab, pengerjaannya jadi terhambat.

Peristiwa itu, dikeluhkan oleh Mansur, salah satu pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) di Desa Banyubunih, dia mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman di daerahnya.

“Aliran listrik di daerah saya, hampir tiap hari terjadi pemadaman, hal itu berakibat pada pekerjaan yang menggunakan aliran listrik jadi tidak bisa dilakukan,” tutur Mansur.

Menurutnya, sering terjadinya pemadaman aliran listrik itu tidak pernah diinformasikan ke masyarakat terlebih dahulu. Sehingga ia merasa dirugikan dengan adanya pemadaman sepihak yang dilakukan PLN Blega Bangkalan tersebut. 

“Tentu kami mengalami kerugian, kami harus bayar para pekerja, sedangkan listrik sering padam, target pekerjaan pun molor karena terkendala aliran listrik yang sering padam,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh Hosniyah, dia mengaku selain seringnya listrik padam, juga terjadi penurunan voltase. “Kadang aliran listrik itu tidak normal, tiba-tiba lampu menjadi redup,” tuturnya.

Dia mengeluhkan, jika hal itu terus terjadi maka, besar kemungkinan alat-alat yang bergantung pada listrik dirumahnya bisa cepat rusak. “Sanyo, kulkas dan lain-lain bisa cepat rusak kalau aliran listrik sering padam dan voltasenya tidak normal,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Blega, Kabupaten Bangkalan, melalui tenaga lapangan Arif, mengakui bahwa daerah Kecamatan Galis memang sering terjadi pemadaman listrik.

Hal itu disebabkan pohon yang menimpa kabel besar hingga mengakibatkan terputus. “Memang sering mati, peyebabnya kadang pohon. Kadang tidak ketemu (penyebabnya),” sanggahnya.

Menurutnya, di Kecamatan Galis itu meliputi Desa Galis, Paterongan, Separah, Banyubunih, Kajuanak hingga Pakong Kecamatan Modung trafonya terpusat di Nyorundung.

Sehingga ketika terjadi hujan serta angin, aliran listrik rawan padam. Hanya saja kendalanya itu, padam bukan karena di matikan. Kadang itu disebabkan oleh cuaca, sebab kalau di Madura rawan pohonnya tumbang.

“Berbeda dengan di Jawa, disana enak tidak rawan pohon sama pepohonan, lebih-lebih pohon bambu, kata dia menjelaskan.