Cuaca Ekstrem dan Target Produksi Panen Padi Jauh Berkurang di Bandingkan Tahun Lalu

SAMPANG – Perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan kejadian cuaca ekstrem di seluruh dunia. Dampak dari cuaca ekstrem ini sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian secara luas.

Belakangan ini cuaca tidak menentu. Di wilayah kota Sampang para petani seharusnya musim hujan, namun, masih banyak wilayah atau kawasan pertanian yang hujannya belum merata.

Salah satunya di Dusun Taman, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, H.Mustofa mengatakan, hal ini berpengaruh terhadap pola tanam petani dan berdampak pula pada hasil panen. Dibutuhkan teknologi pertanian yang bisa membuat petani tetap sumringah saat cuaca ekstrem, karena hasil pertanian melimpah.

Sehingga dampak cuaca ekstrem yang sering terjadi dan tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian di antaranya, kekeringan yang berkepanjangan dapat memiliki dampak yang signifikan pada pertanian.

“Kurangnya air dapat mengurangi produksi tanaman, mengganggu siklus pertumbuhan, dan mengurangi kualitas hasil panen, ” Ujarnya

Terdapat penurunan dari sebelum-sebelumnya bisa mencapai 5 ribu ton surplus per tahunnya. Penurunan ini di samping disebabkan dampak cuaca ekstrem, juga dipengaruhi oleh pengurangan lahan dan lainnya.

“Itu yang menyebabkan semakin lama semakin berkurang (surplus), kalau dulu-dulu kan sempat mencapai 5 an ribu ton,” sebutnya.

Sementara, Imbron petani Asal Desa Dulang, juga menyebutkan, biasanya saat panen mendapatkan 50 Karung, saat ini dengan keadaan cuaca dan banyak tanaman padi kena penyakit tak dipungkiri hasil saat ini dan tahun kemarin jauh

Dampak bencana baik akibat cuaca ekstrem, berpengaruh terhadap produksi surplus pangan. Artinya surplus tersebut bisa saja berkurang. Kemudian berdampak terhadap kenaikan harga. Akan tetapi itu bisa diantisipasi melalui langkah-langkah yang telah disiapkan Pihaknya bersama OPD lainnya.

Pihaknya meminta ke OPD terkait agar melakukan langkah antisipasi terhadap dampak fenomena iklim ini. Bagi petani perlu ada perlakuan-perlakuan bercocok tanam dalam kondisi iklim tertentu dengan mencari varietas -varietas yang tahan kekeringan atau air.

“Dan petani juga sudah diajarkan bagaimana menanam pada kondisi iklim yang ekstrem,” Pungkasnya. (Md).