Tradisi Adat Turun Menurun, Lebaran Idul Fitri di perdesaan Pulau Madura

SAMPANG – Tidak terasa umat muslim sudah memasuki bulan kemenangan bulan Ramadan, sehingga hari raya Idulfitri dirayakan oleh Ummat muslim di dunia, Kamis, 11/04/2024

Masyarakat di setiap negara dan kota di Indonesia Memiliki tradisi unik saat menyambut hari kemenangan tersebut.Warna ke-Islam-an di Pulau Garam juga memiliki tradisi khas yang berbeda dengan daerah lain di Nusantara.

Di sampang, di desa Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang contohnya tradisi sejumlah warga tampak menghadiri kediaman para kiai atau ustaz dengan membawa hantaran makanan, terutama orang tua yang memiliki anak masih belajar mengaji. Selain mengantar makanan, orang tua laki-laki juga mengikuti pembacaan takbir di masjid atau langgar.

Bagus Inyong mengatakan bahwa, kegiatan warga dengan silaturahmi ke famili dan tetangga dekat. Bisanya keluarga yang lebih muda terlebih dahulu mendatangi yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

“Setelah itu, pada malam atau esok harinya keluarga lebih tua mengadakan kunjungan balasan ke yang lebih muda, ” Ujarnya

Tak lupa, saat kunjungan, sekaligus menjadi ajang saling meminta maaf itu, keluarga yang berkunjung membawa makanan, berupa nasi dan lauk daging ditambah jajan basah, seperti kucur, wajik dan lainnya. Untuk lauk daging, kebiasaan mengolah dari warga desa di Sampang hampir semuanya sama, yaitu mirip rendang atau semur kering.

Sementara Ahmadi, menjelaskan, tradisi makanan Lebaran di Madura tidak mengenal sajian ketupat, melainkan hanya nasi. Sementara ketupat disediakan 7 hari setelah Idul Fitri. Orang Madura biasa menyebut sebagai Lebaran Ketupat atau lebaran bagi yang berpuasa Syawal selama 6 hari.

Selain mengunjungi keluarga yang masih hidup, di hari pertama Lebaran, warga juga mengunjungi keluarga yang sudah ada di dalam kubur atau ziarah.

” Di areal kuburan mereka membaca doa tahlil bersama, kemudian menaburkan bunga di atas pusara keluarganya. Jangan bayangkan taburan itu seperti di kota-kota yang jenisnya lengkap, mulai dari mawar, kenanga, melati, dan lainnya. Tabur bunga di makam di perdesaan Madura ini cukup dengan menggunakan irisan daun pandan, sehingga di atas pusara itu taburan bunganya sama, warna hijau dari daun pandan yang dirajang, “Pungkasnya.(Md)