Disperta KP Sampang Terima 36 Laporan Sapi Terjangkit LSD

SAMPANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang menerima laporan sebanyak 36 ekor sapi terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD). Sehingga peternak sapi perlu lebih waspada.

Penyakit cacar atau dengan sebutan lato-lato itu mulai menyebar di Sampang
sejak dua bulan terakhir. Informasinya, banyak peternak mengalami kerugian, bahkan penyakit tersebut bisa menimbulkan kematian.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperta KP Sampang Arif Rahman menyatakan, bahwa peternak sapi tidak perlu resah akan kasus tersebut. Sebab dari puluhan kasus yang ditangani oleh pihaknya rata-rata bisa sembuh.

”Untuk saat ini sudah ada 30 yang dinyatakan sembuh total berdasar laporan di sistem kami. Sementara, enam lainnya masih dalam tahap penyembuhan,” jelasnya, Selasa 27/02/2024.

Untuk itu Disperta KP meminta agar peternak memperhatikan kebersihan kandang dan memberikan tambahan vitamin sebagai langkah awal untuk menghindari penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi itu.

Salah satu peternak sapi di Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Muhammad Fadil mengaku khawatir akan penyakit tersebut. Menurut dia, ada sekitar enam sapi yang diduga terinfeksi virus LSD di daerah tempat dia tinggal.

”Kami masih belum mengetahui pasti apakah ini tergolong penyakit tersebut atau tidak. Namun, memang untuk salah satu cirinya adalah sapi mengalami demam hingga mengalami penurunan nafsu makan,” tandasnya. (FS)