Bertugas Saat Pesta Demokrasi Pemilu 2024, 2 Anggota KPPS Di Sampang Meninggal Dunia

SAMPANG – Paska Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terlaksana pada tanggal 14 Februari kemarin, banyak cerita suka duka dimana pesta rakyat Demokrasi memilih pemimpin yang bisa lebih baik lagi. Namun dukanya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS) yang bekerja ekstra saat Pemilu kemarin dikabarkan yang meninggal dunia

Pasalnya, sebanyak dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dikabarkan meninggal dunia, meski sempat dirawat di rumah sakit.

Ketua KPU Sampang, Addy Imansyah mengatakan, bahwa berdasarkan laporan dari PPK, ke duanya meninggal saat melaksanakan tugas sebagai KPPS.

Kedua KPPS tersebut diketahui diantaranya, Choirul Anwar (24) status belum menikah yang bertugas di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang yang menjalani bertugas di TPS 20, Sedangkan yang satunya, atas nama Abdul Malik (56), statusnya sudah berkeluarga dan bertugas di TPS 08 Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang.

“Choirul Anwar meninggal saat Awalnya, mengeluh sakit pada 11 Februari 2024 saat bertugas memberikan formulir C pemberitahuan pencoblosan, sehingga dibawa ke rumah sakit. Namun, meski beberapa hari dirawat, meninggal dunia pada 14 Februari 2024.,” ucap Addy

“Sementara Abdul Malik, meninggal setelah melakukan pemungutan dan penguatan suara pada 19 Februari 2024, yang awalnya juga mengeluhkan sakit,” imbuhnya Addy Imansyah.

Kedua Korban yang bertugas bisa dikatakan Pahlawan Demokrasi karena mereka bertugas demi negara Indonesia

Pihaknya masih belum bisa memastikan apakah ke dua anggota KPPS yang meninggal memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, KPPS sebelumnya sudah menyertakan hasil tes kesehatan sebagai syarat utama menjadi KPPS. Termasuk keterangan tidak ada riwayat penyakit.

“Kami saat ini masih melakukan verifikasi terkait ada penyakit bawaan terhadap kedua almarhum, kita tunggu hasilnya,” tandasnya.

Terlebih, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan PPK dan pihak Rumah Sakit untuk memastikan faktor kematian dua anggota KPPS di wilayah kerjanya.

“Kami masih melakukan koordinasi, mungkin bisa jadi salah satu faktornya adalah kelelahan,” pungkasnya.(Md)