Jatah Pupuk Subsidi Di Sampang Berkurang, Petani Dihimbau Manfaatkan Pupuk Organik

SAMPANG – Kurangnya jatah pupuk Subsidi tahun 2024, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kabupaten Sampang mencoba mencari solusi. Yaitu dengan cara gencar melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik.

Selain itu, pihaknya juga mengajak para petani untuk lebih galak dalam memanfaatkan bahan baku yang ada di sekitar guna dijadikan pupuk organik.

Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura Disperta-KP Sampang Nurdin menyatakan, bahwa langkah yang dilakukan oleh pihaknya saat ini dalam menyikapi kurangnya jatah pupuk bersubsidi, yaitu memberikan pemahaman kepada petani. Tujuannya, agar mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

“Ya, dengan menggalakkan penggunaan pupuk organik yang bahan bakunya ada di sekitar mereka,” sarannya, Selasa 13/02/2024.

Menurut Nurdin, saat ini pihaknya sudah memberikan pemahaman penggunaan pupuk organik kepada petani. Bahkan sudah sering melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut dengan menggunakan tenaga penyuluh.

“Sekarang ada beberapa desa yang mengalokasikan dana desanya untuk mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik,” ungkapnya.

Sekedar informasi, bahwa berdasarkan data Perbandingan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2024 Kabupaten Sampang, jatah Pupuk Jenis Urea tahun 2024 sebanyak 20.355.696. Jumlah tersebut mengalami selisih -10.883.304 dibandingkan tahun 2023 lalu yang bertengger di angka 31.239.000.

Sementara jatah pupuk jenis NPK tahun 2024 Kota Bahari mendapat sebanyak 15.291.401. Jumlah itu mengalami selisih sebanyak -8.697.599 dari tahun sebelumnya yang sebanyak 23.989.000. (FS)