Legislatif Minta Pemkab Sampang Prioritaskan Perbaikan Jembatan Penghubung Dua Desa

SAMPANG – Rencana pembangunan jembatan penghubung antara Desa Daleman dan Desa Pesarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, hingga kini belum ada kepastian.

Jembatan tersebut rusak sejak 2020 lalu, dikarenakan bencana alam. Kerusakannya pun cukup parah, namun tidak dapat kucuran dana perbaikan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang. Padahal, sebelumnya Bupati Sampang mengawal langsung ke Pusat untuk dapat dana perbaikan.

“Perbaikan jembatan Daleman – Pasarenan itu harus menjadi perioritas Pemkab Sampang untuk segera dilakukan. Kerusakan sudah cukup lama, tetapi hingga kini belum ada kejelasan perihal kapan dilakukan perbaikan,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan, Rabu 08/02/204.

“Untuk perbaikan tahun 2024 ini tidak ada, saya minta Pemerintah Kabupaten menganggarkan tahun 2025 ini,” imbuhnya.

Menurut Alan, pihaknya akan mengawal proses pengajuan perbaikan itu hingga berhasil, sebab jembatan tersebut merupakan akses utama antar dua desa dan menjadi akses pendidikan, pertanian, perekonomian dan perdagangan.

“Pengajuan untuk perbaikan jembatan Daleman – Pasarenan sudah sering dilakukan, tapi malah dicoret,” terangnya.

Penyebab utama pemerintah Kabupaten tidak merealisasikan perbaikan dikarenakan keterbatasan anggaran. Sehingga diajukan ke pemerintah pusat, yang kemudian persoalan adanya informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang informasinya akan ada dana untuk alokasi jembatan tersebut.

“Namun nyatanya informasi itu tidak sesuai dengan harapan, sehingga pengajuan itu dicoret. Jadi, tahun 2025 tetap harus dari anggaran pemerintah daerah,” tandasnya. (FS)