Waspada, Dua Anak Di Sampang Positif Polio, Dinkes KB: Penularan Lewat Fekal Oral

SAMPANG- Pemerintah Kabupaten Sampang perlu lebih serius dalam menangani kasus virus polio. Sebab, pada awal tahun ini suda ada dua anak yang terpapar virus berbahaya itu. Namun satu anak berada di Klaten, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang Abdulloh Najich menyatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektor.

Menurut dia, kasus-kasus yang ada di Sampang merupakan sesuatu yang luar biasa yang harus ditangani dengan baik. Tujuannya , agar tidak menyebar kepada orang yang lain. Sebab, kasus polio saat ini sudah ada dua, yaitu di Kecamatan Camplong dan Jateng.

“Jadi positif ada dua, ada positif dengan bergejala yang sudah lumpuh. Sementara yang di Camplong itu positif bergejala dan sudah lumpuh,” ungkapnya, Rabu 10/01/2024.

Dari dua anak yang terkena polio itu usianya masih di bawah 5 tahun. Sehingga perlu waspada dalam pembuangan popoknya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dia menegaskan, bahwa virus polio tersebut menular melalui Fekal Oral. Artinya, rute penularan penyakit polio itu ketika patogen dalam partikel tinja seseorang berpindah ke mulut orang lain. Salah satunya BAB sembarangan dan juga membuang popok anak ke sungai.

“Semua anak yang usianya masih dibawah 8 tahun akan dikasih imunisasi semuanya (tetes),” klaimnya.

Terkait langkah, pihaknya berjanji akan mengantisipasi meluasnya penularan polio tersebut. Sementara untuk anak yang positif polio, itu penanganannya tidak perlu diisolasi.

“Tidak perlu diisolasi kayak Covid-19. Cuma nanti dalam proses pembuangan tinjanya harus lebih dijaga,” pungkasnya. (FS)