Hukum  

Fauzan Adima, Kasus Pencemaran Nama Baik dan Fitnah Bakal Jalani Sidang Putusan Majelis Hakim Minggu Depan

SAMPANG – kasus Pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan oleh Fauzan Adima Wakil ketua DPRD Kabupaten Sampang terhadap Anggotanya Sri Rustiana akan memasuki sidang putusan Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Selasa, 09/01/2024

Dalam persidangan yang berlangsung bahwa pembacaan tuntutan Duplik pembelaan dari Kuasa hukum Fauzan Adima, yang dibacakan oleh Agus Riyanto mengatakan, bahwa tetap meminta dari segala tuntutan Fauzan Adima untuk di bebaskan tuntutan hukum

“Adapun dalam sidang pembacaan duplik yang dibacakan Tim Kuasa hukum Fauzan Adima, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang untuk, melepaskan kilennya dari segala tuntutan, ” ucap kuasa hukum Fauzan Adima

Menurutnya, kami yakin kliennya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan.

“Berdasarkan fakta fakta di dalam persidangan yang bejalan dari awal, “terangnya

Sedangkan, Suami dari pelapor Sri Rustiana yang menjadi korban pencemaran nama baik dan fitnah, H.Madud tetap komitmen kepada putusan Majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang, dimana atas ucapan yang dikatakan oleh Fauzan Adima memang benar benar sudah tak beretika

Bagaimana tidak dikatakan seperti itu, Seorang Publik Figur, dengan jabatan seorang Wakil rakyat mengucapkan hal yang tidak pantas, apalagi mencoreng nama baik seseorang yang tak lain anggotanya di DPRD kabupaten Sampang

Dengan Ucapan pencemaran nama baik yang dikatakan tersebut, itu sudah merusak moral seoarang martabat perempuan, apalagi sama sama Wakil rakyat

“Tentunya kepada Majelis Hakim, dalam persidangan putusan yang akan di bacakan minggu depan, harapannya sesuai dengan bukti dan fakta yang sebenarnya, ” tegasnya

Majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang mengadili perkara ini menyatakan terdakwa H. Fauzan Adima terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perbuatan fitnah, sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum JPU Kejari Sampang.

” Mudah-mudahan di pertemuan sidang putusan kedepannya sudah ditemukan bahwa ini adalah suatu keadilan dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana full 4 tahun penjara, “pungkasnya.
(Md)