Adanya Dugaan Kepentingan Politik, Rekruitmen KPPS Pangarengan Tak Sesuai Aturan

SAMPANG – Kebobrokan rekrutmen seleksi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pemilu 2024 semakin carut marut dan diduga kepentingan pribadi partai untuk di jadikan tim sukses kemenangan, Senin, 08/01/2024

Dimana sebelumnya carut marut di berbagai wilayah di Sampang semakin tidak jelas dan tidak transparan dalam seleksi tenaga KPPS di Kecamatan Karang Penang, Robatal dan Kedungdung, beberapa waktu lalu.

Kini, kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pangarengan, Desa Pangarengan terkuak, oleh sejumlah peserta KPPS di wilayah Kecamatan Pangarengan yang tidak lolos seleksi mendatangi kantor Panwascam kecamatan Pangarengan

Dedi Azis Rianto peserta KPPS Desa Pangarengan meminta, agar menindak lanjuti adanya dugaan kongkalikong Panitia Pemungutan Suara (PPS), dalam rekrutmen KPPS di desanya.

“Kami yang melampiri ijazah D2 dan SMA malah tidak lolos seleksi, sedangkan yang ijazah SMP lolos,” ucap Dedi

Menurutnya, dalam tahap seleksi anggota KPPS Pangarengan, tidak dilakukan tes tulis dan wawancara. Namun, hanya melengkapi berkas administrasi.

“Rekrutmen ini sudah tidak netral dan tidak transparan, dan sudah tabrak aturan. Padahal dalam aturannya, minimal ijazah SMA, kenapa ijazah SMP lolos, “Terangnya

Sehingga, dari beberapa bukti yang dimilikinya, ada tiga peserta berijazah SMP yang lolos seleksi anggota KPPS.

“Sebenarnya ada empat, namun yang satu ini masuk kategori calon pengganti,” ungkapnya.

Sementara itu, Moh Zainal Ikhwan ketua Paswascam Pangarengan mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan peserta KPPS dari Desa Pangarengan.

“Mereka mengadukan, jika rekrutmen KPPS di Desa Pangarengan oleh PPS diduga tidak prosedural, karena ijazah SMP yang diloloskan,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu pengaduan tersebut, serta akan melakukan klarifikasi ke bawah.

“Jika nanti terbukti melakukan pelanggaran, kami akan koordinasi dengan Bawaslu,” pungkasnya.
(Md).