Penerapan IKD Terkendala Oleh Bayang-bayang e-KTP Fisik

SAMPANG – Untuk mengantisipasi kebocoran data, pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang mulai mengenalkan aplikasi identitas kependudukan digital (IKD).

Terhitung sebanyak 5.372 warga Sampang telah menggunakan layanan yang bisa diunduh melalui smartphone.

Kepala Dinas Dispendukcapil Sampang Nor Alam menyatakan, bahwa pemerintah berencana untuk mengganti e-KTP fisik dengan KTP digital. Namun, tidak semua masyarakat bisa menerima kebijakan tersebut.

”Salah satu indikasinya, e-KTP fisik itu masih digunakan dalam beberapa kepentingan. Misalnya, untuk kebutuhan layanan kesehatan atau bantuan lain. Masyarakat perlu menggandakan KTP atau KK terlebih dahulu,” ungkapnya, Minggu 07/01/2024.

Menurut Nor Alam, bahwa tidak semua instansi menerapkan layanan digital. Sehingga masyarakat juga masih membutuhkan e-KTP fisik dan menganggap IKD merupakan hal yang rumit.

”Sebab, disadari atau tidak, kan, tidak semua masyarakat ini punya gawai. Salah satu syarat untuk mengaktifkan IKD itu memiliki smartphone. Mereka tidak begitu paham bagaimana menggunakan aplikasi tersebut,” ucapnya.

Sementara Dispendukcapil Sampang sudah menetapkan target sebesar 25 persen penduduk untuk bisa memanfaatkan layanan tersebut. Dan dari angka itu, sebanyak 0,70 persen masyarakat sudah memanfaatkan data kependudukan digital tersebut.

”Kami upayakan ini akan terus bertambah. Kita sudah bekerjasama dengan beberapa instansi pendidikan, perbankan, dan lainnya. Dengan harapan, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan IKD,” tandasnya. (FS)