Seleksi KPPS Diduga Curang, Warga Geruduk Kantor Panwascam Kedungdung

SAMPANG – Gerombolan warga dengan raut wajah emosi tiba-tiba kompak mendatangi kantor Panwascam Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jumat 05/1/2024 sore kemarin.

Mereka merupakan peserta seleksi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung.

Kedatangan mereka bertujuan untuk memprotes anggota Panwascam. Sebab, tahapan seleksi disinyalir curang dan dibiarkan berjalan.

Musyawarah pun dijalankan, bahkan sesekali sempat memanas, hingga akhirnya Ketua PPPS Desa Moktesareh, Samsul Arifin terpaksa didatangkan.

Perwakilan dari peserta KPPS Moktesareh, Mohammad Amin mengatakan, bahwa terdapat perbedaan antara hasil yang dirilis KPU Sampang dengan berita acara pleno PPS Moktesareh.

Dari jumlah kebutuhan yakni, dari 70 orang yang dinyatakan lulus administrasi hasil pleno PPS, malah menjadi 105 orang dilaman resmi KPU Sampang.

“Bahkan, dari nama tambahan menjadi 105 orang ditemukan nama ganda dan itu dilakukan sebagai cadangan. Ini jelas kecurangan, kami memiliki buktinya,” ujarnya, Sabtu 06/01/2024.

Tak hanya itu, parahnya setelah disandingkan data pleno PPS dengan rilis KPU kata Amin, dari jumlah kebutuhan di Desa setempat 70 orang, sebanyak 24 peserta diantaranya namanya berganti.

“Ini jelas jalannya seleksi KPPS di Desa Moktesareh janggal. Terlebih saat temuan ini ramai, lembaran pengumuman pleno PPS yang ditempelkan di Sekretariat PPS sekarang malah hilang,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua PPS Moktesareh Samsul Arifin menyampaikan, jika dirinya bersama anggota PPPS yang lain telah melakukan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sehingga, pihaknya tidak mengetahui sumber adanya perubahan nama peserta KPPS, yang jelas berita acara hasil pleno PPS dengan jumlah peserta 70 orang sesuai kebutuhan diserahkan kepada PPPK setempat.

“Kami akan tindak lanjuti persoalan ini,” tandasnya.

Sementara, Ketua Panwascam Kedungdung, Jalali berjanji akan menindaklanjuti aduan yang disampaikan peserta KPPS Moktesareh terkait perubahan perbedaan nama maupun data ganda peserta.

“Ini bukan laporan tapi aduan, tapi kami akan tetap sampaikan nanti ke Bawaslu Sampang untuk melakukan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (FS)