Kawasan Perkotaan Masih Menjadi Atensi Terjadinya Banjir Tahunan Di Sampang

SAMPANG – Menurut informasi dari Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak hujan akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari. Sehingga beberapa daerah di Kabupaten Sampang perlu waspada terjadinya bencana banjir.

Perlu diketahui, dari hasil pemetaan daerah rawan banjir dengan resiko tingkat tinggi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, terdapat enam Kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Pangarengan, Sampang, Camplong, Robatal, Karangpenang dan Ketapang.

“Kalau Kecamatan Sreseh, Torjun, Omben, Kedungdung, Jrengik, Tambelangan, Banyuates dan Sokobanah, itu masuk kategori sedang,” ungkap Kalaksa BPBD Sampang Candra Romadhani Amin, Jumat 05/01/2024.

Menurut Candra, pihaknya akan melakukan cek lokasi PWS yang ada di Muktesareh. Jadi, ketika ada informasi, petugas langsung melakukan cek lokasi. “Jadi data yang ada di PWS berapa, pengamatan secara faktual nya ada,” jelasnya

Selain itu, pihak BPBD perlu mengumpulkan para relawan yang ada di Kabupaten Sampang. Tujuannya, untuk bersama-sama membicarakan cara menghadapi bencana jika ada. Jadi dari awal BPBD harus melakukan koordinasi persiapan.

“Misalkan ada relawan, itu sudah dipastikan menempati pos-pos tertentu yang dirasa rawan. Jadi kami upayakan tidak ngumpul di satu lokasi,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam menjemput musim hujan semua peralatan yang mendukung operasi seperti perahu karet dan sebagainya, itu dilakukan cek terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan.

Daerah yang paling rawan, lanjut dia, hingga saat ini masih berada di kawasan perkotaan. Seperti Kelurahan Dalpenang dan Rongtengah. Alasannya, karena di Kelurahan Rongtengah sendiri ada pembangunan Zenpail yang belum selesai dan belum ada pintu airnya.

Jika sebelumnya air masuk itu di Jalan Suhada dan Imam Bonjol, sekarang di Kajuk. Jadi Kajuk menjadi atensi sehingga BPBD perlu melakukan cek lokasi mengenai kondisi sekarang.

“Kalau perkiraan curah hujan tahun ini lebih lebat dibandingkan tahun sebelumnya, tapi kami berharap tidak ada bencana banjir. Tapi yang jelas jika banjir itu tinggi, air laut pasti dalam kondisi pasang,” pungkasnya. (FS)