Tega, Uang Bantuan PKH dan BPNT Milik Warga Dharma Camplong Dikuras Maling

SAMPANG – Sungguh tega kelakuan oknum pencuri uang bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) milik warga Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Kamis, 04/1/01/2024

Pasalnya, uang bantuan sosial yang seharusnya bermanfaat bagi keluarga miskin tersebut dikuras oleh oknum pencuri yang diduga sengaja menggandakan (cloning) kartu keluarga sejahtera (KKS) milik warga dan menguras seluruh uang bantuannya tersebut melalui beberapa agen BRI Link.

Salah satu keluarga Korban, Ibu Rosidah (35) mengungkapkan, peristiwa saldo yang dikuras oleh oknum yang tak bertanggung jawab bahwa dari 2021 sampai sekarang belum mendapat bantuan sama sekali

“Namun ketika di cek di bank bahwa data saya selaku penerima bantuan keluarga harapan (PKH) ternyata mendapatkan, ” terangnya

Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Busiri, mengatakan, dirinya tidak pernah mengajukan penggandaan (cloning) KKS ataupun bentuk lain untuk mencairkan uang bantuan milik KPM binaannya di Desa Buaran Jati tersebut. Bahkan ia pun mengaku, selalu mengimbau kepada para KPM untuk menyimpan, memegang dan mempergunakan sendiri ATM dan buku tabungan agar tidak disalahgunakan oleh orang lain.

“Iyah betul saat itu ke Bank saya yang dampingi dan dicek di aplikasi SIKS-NG ternyata nomor kartu ATM dan buku tabungan masih sama. Siapa yang menggandakan saya enggak tau,” ucapnya

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Fadeli, Kadinsos PPPA Kabupaten Sampang mengatakan, permasalahan itu biar terang benderang mari kita melangkah dan bergerak bersama sama.

“Ini menjadi atensi khususnya Dinsos sendiri, dan ini butuh proses, kita bergerak bersama sama, pendamping akan mencari tahu penyebabnya,” ungkap Fadeli.

Disinggung apa langkah yang dilakukan Dinsos Sampang apabila ada oknum yang bermain, dirinya mengatakan, silahkan saja mau diapakan, mau dilanjutkan ke ranah hukum terserah. Itu ranah mereka, bukan ranah kami.

“Kalau terkait sanksi ada oknum yang terlibat dalam permainan itu, itu ranah Kemensos” pungkasnya
(Md)