Ragam  

Melestarikan Permainan Tradisional Engklek di Libur Tahun Baru Kampoeng Taman Ragung

SAMPANG – Di awal tahun 2024 ini dengan tergerus saman mainan tradisional jenis Engklek merupakan suatu permainan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemui, meskipun begitu permainan yang satu ini pernah menjadi permainan yang populer dikalangan anak-anak pedesaan, Minggu, 01/01/2024

Memainkan permainan ini cukup mudah, akan gambar yang dibentuk oleh susunan kotak-kotak nah, kamun diharuskan berjalan dan melewati kotak-kotak dengan satu kaki. Permainan ini bermanfaat untuk meningkatkan daya keseimbangan yang ada pada diri anak.

Aturan bermain dari Angkling atau Engklek adalah pemain melempar koin atau serpihan genting pada kotak-kotak yang telah digambar di tanah secara berurutan, dari petak yang paling dekat dengan pelempar. Pada kotak yang ditandai koin atau serpihan genting, pemain tidak boleh menginjaknya dan harus melewati petak tersebut

Wahyu bersama teman temanya mengisi liburan Sekolahnya dengan bermain Engklek atau Angkling yakni bentuk gunung, kincir, huruf L dilakukan dengan cara berjalan dengan satu kaki pada petak-petak berbentuk kotak yang digambar di atas tanah

“Ketimbang gak bisa liburan ke luar kota, mending main ini bersama teman teman, ” ujarnya

Sedangkan, Ina ibunda dar wahyu dari pada mengisi liburan ke luar kota lebih baik menjaga tradisi permainan anak anak. Dan sekarang di era digital ini, permainan tradisional sudah mulai tersingkirkan. Sulit sekali menemukan sekumpulan anak yang tengah bermain permainan tradisional, bahkan salah satunya yang terfavorit seperti gobak sodor.

“Semenjak smartphone dan internet merambah ke desa-desa, serta menawarkan beribu video dan games yang bisa didownload dengan sekali klik, anak-anak ternyata antusias sekali menanggapinya,” Terangnya

Mereka kemudian lebih memilih diam di rumah dan bermain games daripada berkumpul bersama teman-temannya. Hal lain yang terjadi, mereka justru beramai-ramai pergi ke warnet seusai pulang sekolah dan berjam-jam bermain games di sana, seperti yang saya lihat sendiri beberapa hari lalu.

Anak-anak sangat senang bermain. Saat permainan yang mereka mainkan mengandung nilai-nilai positif, maka itu sekaligus menjadi edukasi bagi mereka. Dan nilai-nilai positif itu ada pada permainan tradisional. Oleh sebab itu, melestarikannya di era digital ini sangat diperlukan.

“Jangan sampai permainan tradisional lambat laun menghilang, sebab tidak mendapatkan peminat lagi baik dari orang tua maupun anak-anak sebagai generasi penerus, ” pungkasnya.
(Md)