Segudang Penghargaan Hanya Formalitas, Formasa : Bupati Sampang Gagal Dalam Kepemimpinan

SAMPANG – Banyaknya segudang prestasi yang diraih oleh pemkab Sampang sampai menjelang purna tugas Bupati dan Wabup, akan berakhir 31 Desember 2023. Dengan dikabulkan gugatan Wagub Jatim oleh MK itu maka jabatan Bupati/Wakil Bupati akan berakhir pada 30 Januari 2024, Minggu, 31/12/2023

Putusan yang bersifat final, dimana putusan tersebut menjelaskan, kepala daerah tetap menjalani masa jabatan selama lima tahun, dihitung dari proses masa pelantikan yang dilakukan

Namun, pasangan Jihad, Bupati dan Wakil Bupati Sampang, ikut bisa bernapas lega setelah Mahkamah Konstitusi (MK),mengeluarkan putusan Nomor 143/PUU-XXI/2023.

Namun apa yang di capai dengan se gudang prestasi masih belum bisa mengangkat keterpurukan di SDM maupun Infrastruktur, tata kelola pemerintahan dan harmonisasi kehidupan masyarakat

Bahkan dengan slogan Sampang Hebat dan bermartabat selama berorasi Bupati Sampang terkesan Alergi sama kami, (Formasa) Forum Mahasiswanya Sampang

Imam Baidawi saat berorasi kemarin menilai bahwa, kepemimpinan Bupati dan Wabup Sampang dengan rapor merah, karena telah gagal menyukseskan pembangunan, sebab selama ini penghargaan yang didapat mulai dari tingkat regional hingga nasional hanya sebatas pencitraan.

“Salah satu bukti, pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sumber dananya berasal dari hutang ke pihak ke tiga sehingga harus ditanggung APBD Sampang, ” terangnya

Selanjutnya, Imam Baidowi, membeberkan problematika atas lima tahun kepemimpinan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

Sumber Daya Manusia (SDM):

Pertama, Indeks pendidikan terendah se-Jawa Timur tahun 2020: 0,51, tahun 2021: 0,51 tahun 2022: 0,51.

Kedua, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tahun 2019: Kabupaten termiskin se-Jawa Timur (202,21→978875) 19%.
Tahun 2020: Kabupaten termiskin se-Jawa Timur (224,7496964) 23%.
Tahun 2021: Kabupaten termiskin se-Jawa Timur (237,23976020) 24%.
Tahun 2022: Kabupaten termiskin se-Jawa Timur (217,97984162) 22%.
Tahun 2023: Kabupaten termiskin se-Jawa Timur (221,71992210) 22%.

Ekonomi:

RIUMD tidak maksimal. Tidak meratanya BUMdes di desa. PAD tidak maksimal. Defisitnya APBD 2023 Rp. 38 M.

Infrastruktur:

Banyaknya jalan rusak di pedesaan yang belum tercover. Banyaknya infrastruktur yang tidak berjalan. Pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai dengan spekulasi.

Tata Kelola Pemerintahan:

Kurangnya Ketrbukaan Informasi publik. Tidak maksimalnya pengawasan bansos di desa. Kurangnya pengawasan kinerja di perangkat desa. Banyaknya pungli di lingkungan Pemerintahan.

Harmonisasi Kehidupan Masyarakat:

Terjadinya carok masal di Sampang. Lemahnya dalam menerima aspirasi Masyarakat.
(Md)