Angka Kecelakaan Tinggi, Jasa Raharja keluarkan Rp 24 M

SAMPANG – PT Jasa Raharja terhitung sejak bulan Januari hingga November 2023 telah mengucurkan santunan senilai Rp 24.848.353.560 miliar untuk korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Jawa Timur, Khusunya di wilayah Madura, Senin, 20/11/2023

Pemimpin PT Jasa Raharja Sampang M. Fajar, merinci santunan untuk korban meninggal dunia. Nominal asuransi sudah tertera dalam tanda bukti pelunasan kewajiban pembayaran yang dicetak Samsat.

”Untuk sepeda motor itu, biayanya mulai dari Rp 35 ribu. Kemudian, untuk kendaraan minibus sebesar Rp 143 ribu. Selanjutnya, untuk kendaraan berukuran besar Rp 163 ribu. Nominal disesuaikan dengan jenis kendaraan,” ulasnya.

Fajar menjelaskan Jasa Raharja adalah Badan Usaha Milik Negara yang memiliki tugas dan kewenangan sebagai pelaksana Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 1964 juncto Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 1965 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan UU Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, Jasa raharja melakukan kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dalam hal penerbitan Laporan Polisi dan telah bekerjasama dengan 324 Rumah Sakit di wilayah Jatim,” ujarnya

Fajar menjelaskan, tidak ada kriteria khusus dalam jaminan laka lantas. Mulai dari cedera sedang atau parah.Yang terpenting melampirkan laporan kepolisian. Nilai santunan yang diterima juga bervariasi

“Baik santunan meninggal dunia ataupun luka-luka, kami tidak memungut biaya kepada pihak korban maupun rumah sakit. Khususnya terhadap rumah sakit yang telah bekerja sama dalam memberikan jaminan biaya perawatan bagi korban kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Intinya, Jasa Raharja senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud penyelenggara Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Penumpang Umum dan Lalu Lintas Jalan.
total pembayaran klaim PT Jasa Raharja Wilayah Madura mencapai Rp 24.848.353.560.

“Jumlah itu merupakan total pembayaran untuk empat kabupaten. Yaitu, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, ” pungkasnya.
(md)